Feb
07
2012
Today

Banner
Banner
Banner
Banner

Who's Online

Terdapat 1 Tamu online
Jumlah Kunjungan Konten : 14613
Training "Alat peraga tidak harus mahal" ^__^

  INGIN JADI GURU KREATIF ?? YUK IKUTAN WORKSHOP "ALAT PERAGA TAK HARUS MAHAL"  ^__^       Biaya : Rp 120.000/peserta (Pembayaran dapat diangsur) Fasilitas : Sertifikat, Snack, Makan...
Selengkapnya...

Gaya Belajar (Modality), Pintu masuk Informasi PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator Yasmin   
Selasa, 26 April 2011 10:41

Gaya Belajar (Modality), Pintu masuk Informasi

Oleh : Pusat Sumber Belajar

Salah satu penyebab kesulitan belajar pada siswa(i) adalah karena gaya mengajar guru tidak sesuai dengan gaya belajar siswa (i).

 

MEMAHAMI GAYA BELAJAR

 

Jika kita diibaratkan telur yang sama, yang diletakkan dalam sebuah keranjang, mungkin seekor ayam betina raksasa bisa menghangatkan kita dan mengubah diri kita menjadi seekor anak ayam yang manis dan cantik, atau mengubah kita menjadi seekor anak ayam jantan yang gagah berani dalam sekejap mata. Sayangnya kita bukanlah telur itu. Kita adalah individu-individu yang berbeda sifat dasarnya. Setiap dari kita memiliki ciri-ciri yang membuat kita menjadi unik, menjadi begitu berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Ciri khas yang melekat pada seseorang membuatnya menjadi begitu unik. Namun, tidak jarang keunikan-keunikan itu justru menimbulkan masalah bagi orang-orang di sekitar-nya. Parahnya, acapkali kita ‘menunjuk’ orang lain sebagai biang keladi semuanya, hanya karena kita menganggap mereka tidak memahami keinginan kita.

 

Apa yang sebenarnya terjadi?

Cynthia Ulrich Tobias dalam bukunya “Cara Mereka Belajar” mengemukakan bahwa orang lain melihat dunia dengan cara yang sama sekali berbeda dengan cara kita memandangnya, bahkan si kembar sekalipun. Masing-masing dari kita memiliki kelebihan-kelebihan alami. Kelebihan-kelebihan alami inilah yang kemudian disebut gaya belajar.

Apakah gaya belajar itu?

“Ohoyo gozaimashita

Watashi wa Norofikah desu

Dozo yoroshiku, onegai shimasu”

 

Ada orang lain berbicara kepada kita dengan menggunakan bahasa Jepang, tetapi sesungguhnya kita sendiri tidak familiar dengan bahasa itu, tentu saja hal itu membuat kepala kita pusing tujuh keliling, karena kita tidak mengetahui maksudnya. Walaupun orang itu sudah melakukan berbagai upaya untuk menolong kita, misalnya dengan memperlambat ucapannya,  atau   mengulangi    perkataannya   ratusan  bahkan 

ribuan  kali, tetap saja tidak membuahkan apa-apa. Hasilnya, kita tetap saja tidak mengerti ucapannya. Tak peduli berapa kali dia mengulangnya, betapa fasihnya dia mengucapkannya atau seberapa keras dia berbicara, sepanjang dia masih mengguna-kan bahasa yang sama, kemungkinan terlalu kecil bagi kita untuk dapat memahami apa yang dia bicarakan.

Atau contoh lain….

Cobalah kita ingat-ingat kembali. Seberapa sering kita mengatakan ini kepada orang lain, “berapa kali saya harus mengatakannya padamu?” Atau…, “apa kamu tidak mendengar apa yang baru saja saya katakan?”

Kenyataannya, orang lain mungkin saja mendengar dengan jelas apa yang kita ucapkan, tetapi sayangnya mereka tidak mengerti apa yang kita maksudkan. Setiap dari kita menerima dan memahami informasi dengan cara yang berbeda. Dan karena perbedaan itulah maka mungkin saja kita berkomunikasi satu sama lain dengan dua bahasa yang berbeda.

Rita Dunn, pelopor gaya belajar menemukan banyak faktor yang mempengaruhi cara belajar seseorang. Ada faktor fisik, emosional, sosiologi dan lingkungan. Sedangkan Anthony F. Gregorc, profesor di bidang kurikulum dan pengajaran dari Universitas Connecticut menyimpulkan bahwa ada dua kemungkinan dominan otak, yaitu:

 

  • PERSEPSI

  a.  Konkret : sesuatu terlihat seperti apa adanya, nyata dan…

         APA ADANYA.

  b.  Abstrak : sesuatu tidak selalu terlihat seperti apa adanya.

   ADA APANYA?

 

  • PENGATURAN

 

   a. Sekuensial : Teratur, satu demi satu, berurutan.

                       “Ikuti saja langkah-langkahnya!”

   b. Random     : Acak, yang mana saja, spontan.

                       “Lakukan saja!”

 

Walaupun masing-masing peneliti menggunakan pendekatan yang berbeda, namun dapat disimpulkan bahwa secara umum ada dua kategori utama tentang bagaimana seseorang belajar. Pertama, bagaimana kita menerima informasi (modality) dan kedua, bagaimana kita memahami dan mengolah informasi (spectrum). Gaya belajar seseorang merupakan kombinasi dari bagaimana ia menerima informasi, memahami dan mengolahnya, kemudian mengingatnya

di dalam otak.

 

MODALITY

 

AUDITORY

Belajar dengan   cara mendengar

 

CIRI FISIK

  • Meminta orang lain untuk menjelaskan caranya
  • Berbicara sendiri saat belajar/bekerja
  • Mudah terganggu oleh keributan
  • Umumnya pembicara yang fasih
  • Suka diskusi, berdebat
  • Bersuara/komat-kamit saat membaca
  • Mengungkapkan emosi lewat perubahan nada bicara
  • Menjelaskan secara verbal
  • Lebih pandai presentasi daripada membuat laporan
  • Senang ngobrol
  • Aktifitas kreatif : mendongeng  menyanyi, berdebat, pidato

 

VISUAL

Belajar dengan  cara

melihat dan membayangkan

  • Melakukan dengan cara membaca instruksi tertulis
  • Bermasalah dengan instruksi verbal/lisan
  • Mencoret-coret tanpa arti saat bicara
  • Cenderung bicara cepat
  • Perencana yang baik
  • Teliti dan detail
  • Rapi dan cenderung mementingkan penampilan fisik
  • Terganggu dengan tempat berantakan
  • Kelihatan seperti “melamun” saat mengingat
  • Aktifitas kreatif : menulis, menggambar, melukis, mendesain

 

KINESTETIK

Belajar dengan cara bergerak dan menyentuh

  • Langsung mengerjakan
  • Menggerakkan anggota tubuh saat bicara
  • Sulit duduk diam
  • Banyak menggunakan isyarat tubuh
  • Nada bicara lembat
  • Cenderung tulisannya tidak rapi
  • Mengungkapkan emosi lewat bahasa tubuh
  • Cenderung ceroboh dan kurang hati-hati
  • Aktifitas fisik : kerajinan tangan, berkebun, menari, olah raga, teknisi

 

TIPS MODALITY


  1. Visual

Cara Menerima Informasi

  • Gerakan bola mata ke atas saat mengingat
  • Nada suara tinggi/cepat
  • Brpenampilan rapi dan serasi
  • Tempo bicara cepat

BAHASA YANG DIGUNAKAN

“Bisa saya lihat maksudnya.”

“Kelihatannya bagus juga.”

“Bisakah Anda bayangkan?”

 

SARAN

Gunakan buku, majalah

Grafik,diagram, bagan

Peta pikiran

OHP

Poster

Highlighting [beri warna pada bagian penting]

Model atau alat peraga

Buatlah catatan

 

2. Auditory

 

Cara Menerima Informasi

  • Gerakan bola mata lurus
  • Suara jelas, kuat, dan berirama [intonasi]
  • Tempo bicara sedang
  • Kurang memperhati-kan lawan bicara

 BAHASA YANG DIGUNAKAN

 

 

“Ini terdengar bagus.”

“Masih kurang jelas kedengaranya

“Kedengaran-nya menarik.”

 

SARAN

 Baca dengan  bersuara

 Ulangi pesan- pesan 

 Adakan tanya jawab

 Rekam ceramah

 [penjelasan]

Diskusi

 Teknk Mnemonic

    [plesetan] & Linking

 Gunakan musik

 Kerja kelompok

 

Kinestetik

 

Cara Menerima Informasi

  • Gerakan bola mata ke bawah [menunduk]
  • Suara cenderung berat
  • Menggunakan gerakan saat bicara
  • Tempo bicara lambat

BAHASA YANG DIGUNAKAN

  • “Rasanya kurang pas.”
  • “Saya ingin Anda ikut merasakan-nya.”
  • “Rasanya janggal ya?”

 

SARAN

 

Terlibat secara fisik

Buat model/ peraga

Bermain peran

Highlighting

Peta pikiran

Gunakan gerakan tubuh

Cari tempat luas

Sediakan kertas kosong

 

~ Semoga Bermanfaat

-SRC-YASMIN

 

LAST_UPDATED2
 
  

Modul Pembelajaran

Perkuat Daya Ingat dengan MNEMONIC

article thumbnail  Perkuat Daya Ingat dengan MNEMONIC Oleh : School Resource Center Yasmin   1 3 2 5 7 1 2 4 5 3 2 1 9 8 3 2 5 2 6 4   Pernahkah Anda melihat seseorang dengan daya ingat yang luar...
Selengkapnya...

Buku lain:
Banner

Pendapat Anda

Materi apakah yang paling Bapak/Ibu butuhkan untuk meningkatkan kemampuan pembelajaran
 
 

Inspirasi

TESTIMONI PENDAMPINGAN SCHOOL RESOURCE CENTER (SRC)

article thumbnailTESTIMONI PENDAMPINGAN SCHOOL RESOURCE CENTER (SRC) Oleh : Cecep Cahyadi, M. Pd. I (Kepala Sekolah SD. Islam Plus As-Sa’adatain)      Fixing the Product Is Too Late. Instead, Improve the Process (Arthur R. Tenner) SD. Islam plus As-Sa’adatain didirikan atas dasar semangat...
Selengkapnya...

Artikel lain:

Diskusi

Pengelolaan Keuangan Syariah

article thumbnail Informasi menarik tentang investasi menurut syariah bisa dilihat di website Syariah.IN
Selengkapnya...

Artikel lain: