| Training "Alat peraga tidak harus mahal" ^__^
INGIN JADI GURU KREATIF ??
YUK IKUTAN WORKSHOP "ALAT PERAGA TAK HARUS MAHAL" ^__^
Biaya : Rp 120.000/peserta (Pembayaran dapat diangsur)
Fasilitas : Sertifikat, Snack, Makan... Selengkapnya... |
| Gaya Belajar (Modality), Pintu masuk Informasi |
|
|
|
| Oleh Administrator Yasmin | |||
| Selasa, 26 April 2011 10:41 | |||
Gaya Belajar (Modality), Pintu masuk InformasiOleh : Pusat Sumber Belajar
Salah satu penyebab kesulitan belajar pada siswa(i) adalah karena gaya mengajar guru tidak sesuai dengan gaya belajar siswa (i).
MEMAHAMI GAYA BELAJAR
Jika kita diibaratkan telur yang sama, yang diletakkan dalam sebuah keranjang, mungkin seekor ayam betina raksasa bisa menghangatkan kita dan mengubah diri kita menjadi seekor anak ayam yang manis dan cantik, atau mengubah kita menjadi seekor anak ayam jantan yang gagah berani dalam sekejap mata. Sayangnya kita bukanlah telur itu. Kita adalah individu-individu yang berbeda sifat dasarnya. Setiap dari kita memiliki ciri-ciri yang membuat kita menjadi unik, menjadi begitu berbeda antara satu dengan yang lainnya. Ciri khas yang melekat pada seseorang membuatnya menjadi begitu unik. Namun, tidak jarang keunikan-keunikan itu justru menimbulkan masalah bagi orang-orang di sekitar-nya. Parahnya, acapkali kita ‘menunjuk’ orang lain sebagai biang keladi semuanya, hanya karena kita menganggap mereka tidak memahami keinginan kita.
Apa yang sebenarnya terjadi? Cynthia Ulrich Tobias dalam bukunya “Cara Mereka Belajar” mengemukakan bahwa orang lain melihat dunia dengan cara yang sama sekali berbeda dengan cara kita memandangnya, bahkan si kembar sekalipun. Masing-masing dari kita memiliki kelebihan-kelebihan alami. Kelebihan-kelebihan alami inilah yang kemudian disebut gaya belajar. Apakah gaya belajar itu? “Ohoyo gozaimashita Watashi wa Norofikah desu Dozo yoroshiku, onegai shimasu”
Ada orang lain berbicara kepada kita dengan menggunakan bahasa Jepang, tetapi sesungguhnya kita sendiri tidak familiar dengan bahasa itu, tentu saja hal itu membuat kepala kita pusing tujuh keliling, karena kita tidak mengetahui maksudnya. Walaupun orang itu sudah melakukan berbagai upaya untuk menolong kita, misalnya dengan memperlambat ucapannya, atau mengulangi perkataannya ratusan bahkan ribuan kali, tetap saja tidak membuahkan apa-apa. Hasilnya, kita tetap saja tidak mengerti ucapannya. Tak peduli berapa kali dia mengulangnya, betapa fasihnya dia mengucapkannya atau seberapa keras dia berbicara, sepanjang dia masih mengguna-kan bahasa yang sama, kemungkinan terlalu kecil bagi kita untuk dapat memahami apa yang dia bicarakan. Atau contoh lain…. Cobalah kita ingat-ingat kembali. Seberapa sering kita mengatakan ini kepada orang lain, “berapa kali saya harus mengatakannya padamu?” Atau…, “apa kamu tidak mendengar apa yang baru saja saya katakan?” Kenyataannya, orang lain mungkin saja mendengar dengan jelas apa yang kita ucapkan, tetapi sayangnya mereka tidak mengerti apa yang kita maksudkan. Setiap dari kita menerima dan memahami informasi dengan cara yang berbeda. Dan karena perbedaan itulah maka mungkin saja kita berkomunikasi satu sama lain dengan dua bahasa yang berbeda. Rita Dunn, pelopor gaya belajar menemukan banyak faktor yang mempengaruhi cara belajar seseorang. Ada faktor fisik, emosional, sosiologi dan lingkungan. Sedangkan Anthony F. Gregorc, profesor di bidang kurikulum dan pengajaran dari Universitas Connecticut menyimpulkan bahwa ada dua kemungkinan dominan otak, yaitu:
a. Konkret : sesuatu terlihat seperti apa adanya, nyata dan… APA ADANYA. b. Abstrak : sesuatu tidak selalu terlihat seperti apa adanya. ADA APANYA?
a. Sekuensial : Teratur, satu demi satu, berurutan. “Ikuti saja langkah-langkahnya!” b. Random : Acak, yang mana saja, spontan. “Lakukan saja!”
Walaupun masing-masing peneliti menggunakan pendekatan yang berbeda, namun dapat disimpulkan bahwa secara umum ada dua kategori utama tentang bagaimana seseorang belajar. Pertama, bagaimana kita menerima informasi (modality) dan kedua, bagaimana kita memahami dan mengolah informasi (spectrum). Gaya belajar seseorang merupakan kombinasi dari bagaimana ia menerima informasi, memahami dan mengolahnya, kemudian mengingatnya di dalam otak.
MODALITY
AUDITORY Belajar dengan cara mendengar
CIRI FISIK
VISUAL Belajar dengan cara melihat dan membayangkan
KINESTETIK Belajar dengan cara bergerak dan menyentuh
TIPS MODALITY
Cara Menerima Informasi
BAHASA YANG DIGUNAKAN “Bisa saya lihat maksudnya.” “Kelihatannya bagus juga.” “Bisakah Anda bayangkan?”
SARAN Gunakan buku, majalah Grafik,diagram, bagan Peta pikiran OHP Poster Highlighting [beri warna pada bagian penting] Model atau alat peraga Buatlah catatan
2. Auditory
Cara Menerima Informasi
BAHASA YANG DIGUNAKAN
“Ini terdengar bagus.” “Masih kurang jelas kedengaranya “Kedengaran-nya menarik.”
SARAN Baca dengan bersuara Ulangi pesan- pesan Adakan tanya jawab Rekam ceramah [penjelasan] Diskusi Teknk Mnemonic [plesetan] & Linking Gunakan musik Kerja kelompok
Kinestetik
Cara Menerima Informasi
BAHASA YANG DIGUNAKAN
SARAN
Terlibat secara fisik Buat model/ peraga Bermain peran Highlighting Peta pikiran Gunakan gerakan tubuh Cari tempat luas Sediakan kertas kosong
~ Semoga Bermanfaat -SRC-YASMIN
|
|||
| LAST_UPDATED2 |









