May
20
2012
Today

Semangat Salafiyah bangkit dan meraih kembali ‘Kejayaannya’. PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator Yasmin   
Kamis, 12 Mei 2011 14:21

Senyum harapan terukir di wajah-wajah pengelola Yayasan

madrasahSalafiyah Syafi’iyah, ketika menyambut kedatangan

Tim YASMINdan Lazuardi GIS yang membawa kabar, bahwa

akan melakukanpendampingan madrasah Salafiyah dalam

membenahi madrasahagar kembali menjadi sekolah yang dicari-cari

masyarakat.Dicari bukan hanya karena biayanya yang relatif terjangkau,

juga karena memiliki standar mutu, pada semua aspek yang telah

ditetapkan oleh Kemendiknas.

 

Bak gayung bersambut, tawaran dari Lazuardi GIS untuk menjadi

‘Bapak Angkat’, disambut baik oleh madrasah Salafiyah Syafi’iyah.

Kesempatan ini tidak disia-siakan mereka. Sebab, hal semacam ini

merupakan momen yang telah lama dinanti-nantikan terutama

oleh pihak Yayasan Salafiyah. Impian untuk meraih kembali

masa kejayaan yang pernah dicapai, melecut semangat

pengelola madrasah untuk menata kembali seluruh komponen madrasah,

dengan terlibatnya Lazuardi GIS sebagai ‘Bapak Asuh’ dan YASMIN

sebagai pendamping dan fasilitator.

 

Madrasah saat ini adalah sekolah yang secara system sangat-sangat

membutuhkan bantuan untuk bangkit, baik dari sisi manajemen,

maupun mutu proses pembelajaran. Namun dukungan dari berbagai pihak,

sangat dibutuhkan. Untuk itu, pendampingan sekolah oleh Lazuardi GIS

yang digagas oleh Bapak Haidar Baghir, diharapkan mampu membantu

sekolah yang ingin membenahi sekolahnya menuju ‘The Effective School’

terwujud, seperti yang dicita-citakan. Program pendampingan ini meliputi,

penyusunan struktur organisasi, Upgrading Guru dan manajemen madrasah,

pembuatan Renstra, Supervisi proses pembelajaran sampai kepada Monitoring Evaluasi.

 

Jika program pendampingan ini sukses, Pak Haidar berharap ini dapat direplikasi

oleh sekolah-sekolah lain yang secara finansial dan manajemen telah ‘settle’.

Selanjutnya, program semacam ini bisa menjadi semacam Coorporate Social Responsibility (CSR) sekolah-sekolah golongan menengah ke atas untuk sekolah kurang mampu.

Lebih lanjut, program ini diharapkan akan menjadi kebijakan Nasional.

Semoga..

 

Jakarta, 10 April '11

LAST_UPDATED2